Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tutorial. Tampilkan semua postingan

03 Desember 2009

VirtualBox tanpa jendela di Jendela (Running in Background)

Tidak seperti di tempat lain, di Windows menjalankan Virtual Box harus selalu memunculkan jendela. Bahkan ketika menggunakan VBoxHeadless pun, hasilnya tidak benar-benar headless. Minimal meninggalkan jendela command prompt :(

Untuk mencobanya silahkan ketik di jendela Run baris berikut :
"C:\Program Files\Sun\xVM VirtualBox\VBoxHeadless.exe" -s mesinku

silahkan ganti tulisan "mesinku" dengan nama mesin virtual yang akan dijalankan dan sesuaikan path direktori Virtual Box anda. Masih meninggalkan jendela bukan? coba anda tutup jendela tersebut. ups :D.

Lanjut...

17 November 2009

Melewati Halaman Login wap.detik.com (Animasi)

Ini hanyalah versi penyempurnaan dari tulisan ini satu setengah tahun yang lalu.

Berikut adalah gambaran visual cara melakukannya. Dikemas dalam bentuk video animasi di Youtube.

Lanjut...

31 Oktober 2009

"Save Target As..." 1000 File dalam Sekejap

Download merupakan kegiatan yang menyenangkan. Sebagaian orang mungkin menjadikannya sebagai 'pekerjaan sehari-hari'. Tiada hari tanpa download. :) Pencariannya sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi penggila download. Seperti sedang melacak jejak musuh di tengah hutan. Coba link ini salah, link itu tidak sesuai harapan. Ketika tiba saatnya ketemu link yang diharapkan, ternyata harus download satu per satu. Melalui klik kanan "save target as..." pula. Bayangkan jika harus mendownload 100 file di tempat yang sama.

Lanjut...

10 Oktober 2009

Trik Menggabung File Audio Tanpa Software


Sedikit trik ini mungkin bisa membantu anda. Tidak diperlukan software tambahan apapun. Cukup memanfaatkan tool bawaan sistem operasi anda. Trik disini dicoba di sistem operasi Windows XP SP 2 Professional dan Ubuntu 9.04 (Jaunty), namun seharusnya dapat diterapkan juga di versi Windows dan Linux yang lain (mungkin dengan atau tanpa penyesuaian). Untuk linux, digunakan perintah cat sedangkan untuk windows digunakan perintah type. Kedua-duanya dijalankan melalui command prompt/console.

Perintah cat/type sebenarnya digunakan untuk membaca isi file. Fungsinya ini yang nanti akan dimanfaatkan untuk menggabungkan file audio.


Lanjut...

04 Oktober 2009

23 Agustus 2009

3S untuk S1 (Persiapan Meraih Sarjana)

Di semester akhir, mahasiswa selalu disibukkan dengan mata kuliah 6 sks yang bernama SKRIPSI. Mata kuliah dengan jumlah sks paling banyak. Tidak seperti mata kuliah yang lain, untuk sks yang satu ini tidak boleh dikerjakan dengan SKS (Sistem Kebut Semalam). Bisa-bisa langsung divonis "Tidak Lulus" sebelum ujian dimulai.

Skripsi, seminar, dan sidang sering kali menjadi momok bagi mahasiswa tingkat akhir. Bermula dari pencarian masalah, pemilihan judul skripsi, pengajuan konsep penelitian ke dosen pembimbing. Lalu dilanjutkan pembuatan kerangka penelitian kemudian proposal lengkap, pengajuan ke pembimbing. Tentu harus disyukuri kalau semua tahap awal skripsi dilalui dengan baik. Tapi juga harus lebih bersyukur kalau dalam melintasi tahapan-tahapan tersebut banyak menginjak batu kerikil. Dengan begitu, penelitian yang akan kita lakukan akan semakin matang. Allah tahu kemampuan masing-masing kemampuan hamba-Nya.

* Berawal dari masalah
Dari mana seharusnya memulai penelitian?? Jawaban singkatnya "dari masalah". Ingat tujuan bersekolah adalah untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu tersebut diharapkan berbagai permasalahan kehidupan dapat teratasi sedikit demi sedikit. Lalu hubungannya dengan penelitian?? Ya, penelitian dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan tersebut dengan berdasar ilmu. Bukan awang-awang. Sederhana bukan. Oleh karena itu, ketika beberapa teman bertanya tentang judul penelitian apa yang cocok dengannya. Jawabannya pun sederhana, cari masalah disekitar lalu teliti dan beri solusi.

* Cari penelitian yang lalu
Mengunjungi perpustakaan dan menjelajah internet merupakan cara yang banyak digunakan peneliti untuk mencari berbagai informasi tentang masalah yang akan/sedang ditelitinya. Kalau suatu masalah sudah ada yang meneliti, buat apa diteliti lagi. Kecuali ada hipotesa yang berbeda atau perbaikan metode dapat memperbaiki penelitian sebelumnya.

Penelusuran informasi melalui internet kini semakin mudah dengan banyaknya perguruan tinggi yang menyediakan koleksi dijital mulai dari skripsi, disertasi, tesis, lomba karya ilmiah, penelitian hibah bersaing, dan sebagainya. Hanya diperlukan kesabaran dan kemauan membaca untuk dapat melakukannya. Tentunya, penelusuran koleksi dijital dapat menjadi dengan lebih efektif dan efisien dari pada berziarah dari satu perpus ke perpus lain. Namun sayangnya, tidak semua perpustakaan dijital mampu menyediakan dengan baik database penelitiannya.

Termasuk dalam hal ini adalah pencarian referensi atau yang lebih lazim dikenal dengan studi literatur/pustaka. Studi literatur ini yang nantinya akan dijadikan pijakan dalam penelitian. Membandingkan penelitian dengan yang lalu-lalu, mencari fakta-fakta ilmiah yang telah diungkap dalam penelitian-terkait sebelumnya, menelisik kelebihan dan kekurangan penelitian sendiri, termasuk juga mencari mitra koalisi dan oposisinya alias mencari fakta-fakta yang dapat mendukung dan melemahkannya ide penelitian.

* Penyusunan proposal
Tahapan ini usahakan jangan langsung sekali jadi. Bukan bermaksud memperlambat kelulusan, tapi malah untuk mematangkan apa yang akan diteliti nantinya. Biasakan diskusi dengan teman sekosan atau se-bimbingan, atau dengan siapa saja yang dianggap layak. Tentu dengan pembimbing juga. Dengan adanya diskusi ini, akan terjadi tukar pikiran yang berakibat pada semakin terbukanya jalan pikiran kita atas masalah yang akan diteliti. Dalam bahasa yang lain, yang kata orang lebih elit, dapat merangkai logika yang tercecer. Disini perlu diakui bahwa prosesor multicore dapat menyelesaikan tugas dengan lebih efisien.

* Mulai meneliti
Sebenarnya ini bukanlah pekerjaan inti, tapi tetap utama. Malah yang menjadi inti adalah perancangan penelitian itu sendiri. Jika dalam tahap perancangan sudah matang, di tahap ini peneliti tinggal melaksanakan saja apa yang telah dirancangnya. Sebaliknya, jika perancangan belum matang, tentu peneliti akan kesulitan melaksanakan penelitiannya. Tahap perancangan dimulai dari pencarian masalah (ide) sampai penyusunan proposal. Lantas, jika bukan pekerjaan ini, tapi kok tetap utama?? Ya iyalah, kalau peneliti tidak melewati tahap ini, hampir dipastikan (99%) peneliti akan sia-sia penelitianya karena tidak ada data yang didapat.

Di tahap ini, biasanya godaan terbesar muncul. Bagi yang penelitian bidang sosial, diduga keras akan menghadapi orang lain, sedangkan karakter orang berbeda-beda. Do'a dan usaha yang ulet tentu tidak lupa dilakukan. Yang penelitian bidang eksak, jangan dikira cobaannya sedikit. Coba tengok peneliti yang di laboratorium, misalnya, kadang kala harus rela tidak tidur berhari-hari hanya untuk menunggu satu atau dua perlakuan dari lima perlakuan yang akan diberikan. Tapi bagaimanapun, disitulah nikmatnya penelitian. Kata kawan, 'kalo gak gini gak namanya skripsi'.

Ada godaan lain yang juga tidak kalah menariknya. Bagi orang yang lemah imannya, godaan ini mungkin menjadi terlalu berat. Bayangkan, bisa jadi ia harus menjual 'kehormatannya'. Dan ini yang sering menjadi titik lemah mahasiswa. Apalagi kalau sudah dekat deadline, godaan jadi serasa teman. Kalau seseorang lulus (baca:berteman) dengan godaan ini, mau tidak mau ia akan bergelar A.MD (Ahli Manipulasi Data). Meskipun ia mahasiswa S1. Perjuangan selama 4 tahun harus diakhiri dengan menjual 'kehormatannya'. Sungguh tragis, berakhir dengan kebohongan.

Lantas bagaimana cara mengantisipasi agar data yang dihasilkan cantik? Pertama, bisa dengan memilih rancangan percobaan yang tepat. Lalu melakukan minimal dua kali ulangan dengan masing-masing ulangan duplo. Memperbanyak sampel juga bisa menurunkan resiko data jelek. Semakin banyak sampel berarti semakin 'mendekati' populasi, sehingga data yang dihasilkan semakin 'mendekati' sebenarnya. Dengan kata lain tingkat error-nya semakin kecil.

* Analisa hasil
Disinilah saat-saat yang paling menyenangkan, terutama bagi yang senang bercerita atau membuat novel. Aktor (baca: data) sudah ada, masalah juga. Tinggal mengembangkan cerita dari masalah dan aktor tersebut. Kemudian memberikan bumbu penyedap dalam cerita tersebut agar tetap ilmiah. Dengan mengutip pernyataan profesor X dalam jurnal Y, misalnya. Bagian ini memang benar-benar bagian yang paling menyenangkan. Peneliti 'bebas' berimajinasi dengan dasar-dasar teori dan fakta yang telah ia miliki. Bebas mengungkapkan dalam sastra ilmiah yang ia patuhi. Tapi ingat, jangan asal 'bercerita', karena 'cerita' tersebut akan dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan dan Publik. Jangan sampai 'kehormatan' yang telah dijual, kini diobral.

Berbagai dengan teman dan pembimbing diperbolehkan disini. Bahkan sangat dianjurkan. Jangan sampai cerita yang disusun melebar kemana-mana sehingga akhirnya tidak menemukan titik ujung. Atau teknik penyelesaian masalah yang tidak cantik sehingga membuat pembaca kabur setelah membaca dua halaman 'novel' anda. Imaginasi boleh bebas, tetapi kebebasan tetap ada batasnya. Cara penyampaian kata, penyusunan alur cerita (baca: alur analisa/pembahasan) menjadi sangat penting disini. Mungkin yang dimaksud A, tapi bisa jadi yang ditangkap pembaca B. Jadi sekali lagi, silahkan memanfaatkan teman dan pembimbing sebagai jasa konsultan gratis. Paling mentok cuma mengucapkan 'Terima kasih' dan 'Datang ya ke sidangku besok!!'

Ada satu poin yang menunjukkan apakah layak seseorang menyandang gelar ilmuwan, yakni kejujuran. Ilmuwan sejati akan selalu jujur dengan fakta-fakta yang ia dapatkan meskipun itu buruk. Karena dengan demikian, ia mendapat kesempatan untuk memahami bentuk lain dari ciptaan-Nya. Juga mendapat kesempatan untuk memperoleh lebih banyak hikmah alam semesta. Apalagi, seorang ilmuwan akan mendedikasikan pemikirannya untuk kesejahteraan umat manusia. Dengan demikian, penambahan kata 'tidak' (pada fakta) berarti merubah kata kesejahteraan menjadi ke-'tidak'-sejahteraan.

Beberapa tahun yang lalu, disalah satu rubrik IPTEK di salah satu harian nasional, diberitakan kebohongan yang dilakukan seorang profesor dari Korea Selatan. Dalam penelitiannya tentang kloning, ia mennyatakan telah berhasil melakkan kloning dengan metode tertentu. Namun ternyata itu hanya rekayasa belaka. Foto-foto hasil percobaannya yang ditunjukkan ke publik merupakan hasil rekayasa. Maka ia harus rela melepas gelar keilmuannya disamping juga menerima sanksi moral. Dan tentu nanti di akhirat ... (silahkan dilanjutkan sendiri)

* LPJ
Sebagai bentuk dari tanggung jawab sebagai anggota masyarakat ilmiah, penelitian yang telah dilakukan pun harus dipertanggungjawabkan ke publik. Bentuknya bisa bermacam-macam, bisa melalui seminar, publikasi jurnal, buku, laporan skripsi bagi mahasiswa S1, dsb. Karena dalam daftar mata kuliah hanya tercantum skripsi dan seminar, maka disini hanya dibicarakan dua hal tersebut.

Seminar bisa dikatakan sebagai salah satu forum ilmiah. Yang berarti, semua yang dibicarakan dan dilakukan di dalamnya harus memenuhi syarat dan kaidah ilmiah. Misalnya, argumen yang diucapkan harus mempunyai dasar yang kuat, bahkan sangat direkomendasikan berbasis data (jika ada). Selain itu, cara berfikir yang digunakan pun harus ilmiah. Bisa memilih logika yang digunakan antar deduktif, induktif, gabungan keduanya, atau yang lain. Asalkan dapat dipertanggungjawabkan. Kalau kata orang jawa 'ojo angger njeplak'. Memenuhi kaidah ilmiah berarti, dalam bertutur atau menanggapi pertanyaan dan pernyataan harus memenuhi aturan yang telah ditetapkan forum, melalui moderator misalnya.

Setelah melalui sesi seminar, saatnya hasil penelitian diuji keabsahannya dalam forum tertutup (atau bisa juga terbuka). Inilah saat yang biasa disebut dengan nama sidang. Sebenarnya tidak ada yang spesial dari sidang ini, kecuali keputusan akhir dosen penguji yang 'menentukan' masa depan mahasiswa yang uji. Ibarat diantara dua pintu, kalau yang dibuka pintu kelulusan, bersyukurlah. Tapi kalau sebaliknya, ya konsekuensinya harus diterima dengan lapang dada. Tentunya akan ada banyak hikmah yang bisa diambil dari sana. Oleh karena itu, usaha, do'a, dan mental menjadi modal berharga.

Menjadikan seminar dan ujian skripsi (a.k.a sidang) sebagai momen evaluasi adalah pilihan yang tepat. Karena memang itulah salah satu tujuannya, untuk mengevaluasi seluruh rangkaian dan hasil penelitian agar menjadi lebih sempurna. Dengan demikian, celah kesalahan dapat diminimalkan. Sebaliknya, deg-degan dan menganggap seminar/sidang sebagai momok adalah pilihan terburuk. Karena hal ini merupakan salah satu upaya menutup pintu perbaikan yang juga berarti menutup pintu kebaikan. Padahal, kesempurnaan hanyalah milik Allah dan tidak diberikan pengetahuan (ilmu) kepada manusia melainkan hanya setetes air. Ikhlas memberi dan menerima adalah senjata ampuh menghadapi 2S (Seminar dan Sidang) ini.

* Kesimpulan
Ini adalah bagian paling umum (general) dari sebuah karya ilmiah. Pemilihan kata agar menjadi ringkas dan satu tafsiran harus diperhatikan. Namun yang paling penting dari bagian ini adalah jawaban atas pertanyaan yang diajukan dibagian pendahuluan (latar belakang, tujuan, dan rumusan masalah kalau ada). Jika pertanyaan yang diajukan di bagian pendahuluan terjawab dengan baik dan sempurna di kesimpulan, berarti senyum pun layak merekah di wajah anda.

* Niatkan semua karena Allah
Niat yang tulus hanya karena Allah semata akan membantu meneguhkan mental dan menstabilkan emosi. Juga membentengi diri dari cobaan-cobaan seperti di atas. Niatkan pula semua ini sebagai bagian dari menuntut ilmu, bukan bagian dari kewajiban yang mau tidak mau harus dilakukan untuk mendapatkan sarjana. Semoga Allah membimbing langkah kita, menunjukkan jalan yang benar, menganugerahkan ilmu yang bermanfaat, menjauhkan dari segala kesulitan dan mendekatkan kepada kemudahan.

Rabbisrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul 'uqdatan millisani, yafqohu qouli.
Amin.



Oh ya, bagi yang belum tahu, skripsi merupakan salah satu syarat kelulusan yang harus dijalani peserta didik strata satu untuk mendapatkan gelar kesarjanaannya. Salah satu cara untuk menyelesaikan skripsi adalah dengan melakukan penelitian. CMIIW :)

Lanjut...

04 Juni 2009

Apel Nongkrong di Jendela

Mau bikin Apel (Mac OSX) kamu nongkrong di Jendelamu (WinXP)? Googling sana sini banyak yang pake tukang VMware. Tapi akhirnya ga perlu susah-susah nyari tukang VMware, karena ada tukang Qemu yang lebih ramping, murah, dan cekatan. Yang perlu jadi catatan disini adalah status emulasi untuk mesin PowerPC (PPC) masih dalam tahap testing.

Berikut langkah-langkah mem-boot installer OSX (sebenarnya OSX86) di Qemu versi Windows :


  1. Donlot Qemu (versi 0.10.3) for Windows dari http://www.megaupload.com/?d=CKHZTQW4
  2. Ekstrak Qemu di c:\download\qemu-0.10.3. Direktori ini bisa anda sesuaikan dengan keinginan anda.
  3. Buka command prompt (Run -> ketik “cmd”)
  4. Buat file image disk : qemu-img create -f qcow2 osx.qcow2 10G
    ukuran disk default dalam satuan KB (KiloByte). Perintah di atas akan membuat image disk dengan ukuran 10Gb. tinggal sesuaikan dengan kebutuhan anda.
    penjelasan :
    • -f qcow2 : format file yang akan dihasilkan QCOW2
    • osx.qcow2 : nama file image yang akan dibuat
    • 10G : ukuran file image yang akan dihasilkan 10 GB
  5. Masuk ke folder qemu-0.10.3
  6. Jalankan Qemu : qemu -m 1G -cdrom drive:\tempat\file\iso\anda.iso -hda drive:\tempat\file\imagedisk\anda\osx.qcow2 -boot d
    penjelasan :
    • -m 1G : jumlah memori yang digunakan 1 GB
    • -cdrom : tempat file iso macintosh atau gunakan drive:\ untuk merujuk ke drive cdrom tempat DVD installer macintosh (misal -cdrom d:\ akan merujuk ke cdrom di drive d:)
    • -hda : file image disk yang anda (osx.qcow2)
    • -boot d : (opsional) melakukan boot lewat cdrom
  7. Mac anda akan booting.
  8. Selamat menongkrongkan Apel anda di Jendela. Enjoy installing ;p
Catatan: Sebagai contoh, disini saya menggunakan iso JaS osx86 10.5.4 Client/Server Leopard for Intel.
command 1
Perintah membuat diskimage
command 2
Perintah menjalankan Qemu

command 3
Booting OSX

command 4
Memilih bahasa untuk instalasi

command 5
Menyiapkan program instalasi

command 6
Saatnya menginstall


Lanjut...

09 Maret 2009

WP ku Pake WP-MU

Memasang wordpress (WP) menjadi blog pribadi sudah bukan barang asing lagi, alias sudah jamak dilakukan blogger. Mesin WP yang biasa digunakan adalah WP 'biasa' yang hanya bisa digunakan untuk satu blog. Namun, ada satu mesin WP yang dapat digunakan untuk banyak blog. Bingung? Contoh gampangnya, dengan mesin WP yang terakhir ini kita serasa memiliki wordpress.com. Blog kita dapat menerima registrasi dari pengguna lain yang ingin mempunyai blog di domain kita. Dengan cara begini, sebenarnya juga bisa jadi lahan membangun komunitas.

Memang jenis WP yang terakhir ini banyak digunakan oleh organisasi atau perusahaan yang menyediakan blog bagi para anggota/karyawannya. Contoh yang sudah menggunakannya adalah ini, ini, ini, dan masih banyak lagi. WP yang terakhir ini oleh si Matt diberi nama Wordpress-MU (wordpress µ). Dinamakan demikian karena MU adalah singkatan dari Multi-User. Anda yang ingin memilikinya dapat donlot gratis di sini.

Cara instalasinya mudah. Hanya saja, oleh si Empunya disarankan untuk menginstall langsung di server tempat hosting. Menginstall di localhost sangat tidak disarankan. Bahkan, installernya sendiri tidak akan mengizinkan. Berikut langkah-langkahnya :

1. donlot wordpress µ di mu.wordpress.org. Di situ tersedia format zip (untuk Windows) dan tar.gz (Linux). Keduanya sebenarnya sama, hanya berbeda dipengompres-annya.
2. pastikan bahwa file yang anda donlot baik-baik saja a.k.a tidak rusak. cara mengujinya mudah, coba buka. Kalau bisa, berarti file tersebut sehat wal afiat.
3. pastikan anda sudah menyewa webhosting, bisa yang berbayar atau gratisan (infonya googling aja).
4. yang perlu mendapat perhatian adalah beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh webhosting anda diantaranya webserver (apache) yang digunakan harus mengaktifkan modul "mod_rewrite" dan beberapa konfigurasi baik di webserver, DNS, maupun php. Info lebih lengkap anda dapat membaca file readme-nya. Untuk itu, silakan konsultasikan dulu dengan pihak penyedia jasa webhosting.
5. upload file installer ke server menggunakan ftp.
6. ekstrak file installer ke root document directory (biasanya public_html atau www).
7. panggil alamat blog anda di jendela browser dan konfigurasipun dimulai.
8. isi form yang tersedia (seperti nama database, user, password, host, nama blog, dll).
9. anda dapat memilih opsi mana yang digunakan untuk alamat blog user, apakah berbentuk seperti subdomain (blog1.example.com) atau berbentuk folder (example.com/blog1). Jika opsi subdomain yang dipilih, maka bentuk URLnya akan seperti kalau kita punya blog di wordpress.com.
10. klik tombol submit.
11. akan muncul halaman yang menunjukkan username dan password yang anda. Ingat baik-baik, atau catat, atau liat dari email yang dikirimkan oleh intaller wordpress-MU.
12. Silakan login dan selamat menikmati.
13. Jangan lupa untuk mengganti permisi file menjadi 755 untuk folder wp-content.
14. happy blogging and managing :)

semoga bermanfaat.

Lanjut...

17 Oktober 2008

Sudo Hilang, Nyawa Anda Melayang?

Suatu ketika, keisengan berbuah petaka lagi. Namun kali ini dengan keisengan dan petaka yang berbeda dengan biasanya.

Alkisah, dengan tanpa takut dosa, iseng-iseng ngutak-atik group pengguna di ubuntu hardy dengan user 'x'. Dengan sedikit nekat, di uncheck lah user 'x' dari group "admin". Lalu jendela 'users-admin' ditutup dan restart.

Keisengan baru ketahuan benar-benar berbuah petaka ketika mencoba menjalankan perintah dengan embel-embel 'sudo'. Eh..., bukannya perintah tersebut yang dijalankan, malah kena tilang pak polisi pinguin alias peringatan user 'x' is not sudoers (atau yang semacamnya lah). Intinya user 'x' saya yang tadinya bisa menggunakan perintah sudo sekarang tidak bisa lagi. Karena apa? karena user 'x' tersebut telah keluar dari group admin. Sebagai informasi tambahan user yang terdaftar dalam group admin mempunyai hak, tapi bukan kewajiban lho, untuk dapat menikmati keajaiban perintah sudo. :)

Bagaimana mengatasinya?? Kira-kira cara di bawah ini dapat dilakukan setelah mencari dan mencoba. Tak lupa, setelah jalan-jalan naik gnome-terminal juga.
1. Reboot komputer anda lalu masuk ke modus recovery console. Biasanya dengan memilih pilihan ubuntu.xxxx-recovery console
2. pada prompt pilihan, pilih agar masuk ke konsole sebagai root (drop to shell as root)
3. edit file /etc/sudoers. file ini merupakan konfigurasi user mana yang berhak mendapatkan keajaiban menggunakan perintah sudo.
4. secara default file /etc/sudoers mempunyai permisi 440 (hanya bisa membaca) sehingga untuk mengubahnya, anda harus memberikan permisi write. gunakan perintah :
# chmod +w /etc/sudoers
atau
# chmod -c 740 /etc/sudoers
5. edit dengan menggunakan sudo editor. gunakan perintah # visudo
6. tambahkan user 'x' (atau yang biasa anda gunakan untuk ber-sudo) di baris terakhir seperti ini :
x ALL=(ALL) ALL
7. reboot atau exit dari recovery console kemudian masuk ke mode biasa.
8. buka terminal kemudian ketikkan : $ sudo usermod -aG admin x
perintah tersebut akan mendaftarkan user 'x' ke dalam daftar group admin
9. user 'x' telah kembali memiliki keajaiban sudo yang hilang. selamat menikmati.
10. jangan lupa mengembalikan permisi file /etc/sudoers ke 440 melalui root $ sudo chmod -w /etc/sudoers


catatan : di hardy ini tidak ada sudoers lain selain user 'x'
do at your own risk.
maaf kalau ada yang salah.
;)
Lanjut...