Tampilkan postingan dengan label Opensource. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opensource. Tampilkan semua postingan

18 September 2009

ngRukyat Syawwal 1430



Lokasi :
Surakarta
7,34 LS
110,49 BT
Tanggal 29 Ramadhan 1430 H bertepatan dengan 19 September 2009 M
Software Stellarium v0.10.2
Berdasarkan rukyat digital di atas, pada tanggal 19 September 2009 telah terjadi ijtima' (matahari terbenam lebih dulu dari pada bulan) dan telah terbentuk hilal (anak bulan). Dengan demikian, shalat 'Idul Fitri dilaksanakan keesokan harinya, 20 September 2009.

Selamat 'Idul Fitri 1430 H
عيد المبارك
تقبل الله منا و منكم تقبل يا كريم


Lanjut...

09 September 2009

Pengalaman Upgrade ke Slackware 13.0



Ada yang menyenangkan pagi tadi. Download-an Slackware 13.0 sudah rampung. Saatnya di-jajal. Upgrade Slackware ke 13.0. Ha..ha... Caranya 'sesuai' metode sang empu sang empu, Patrick Volkerding.
Begini tahap-tahapnya :


  1. Boot normal ke sistem Slackware yang sudah ada
  2. Mount iso DVD slackware ke /mnt/packages :
    # mount /dev/hdc /mnt/packages
  3. Masuk ke modus single-user
    # telinit 1
  4. Upgrade paket utiliti
    # upgradepkg /mnt/packages/slackware/a/pkgtools-*.tgz
    # upgradepkg /mnt/packages/slackware/a/tar-*.tgz
    # installpkg /mnt/packages/slackware/a/xz-*.tgz
    # upgradepkg /mnt/packages/slackware/a/findutils-*.txz
  5. Upgrade glibc shared libraries
    # upgradepkg /mnt/packages/slackware/a/glibc-solibs-*.t?z
  6. Upgrade paket lainnya
    # upgradepkg /mnt/packages/slackware/*/*.t?z
  7. Membetulkan file konfigurasi yang sudah ada menggunakan skrip :

    #!/bin/sh
    cd /etc
    find . -name "*.new" | while read configfile ; do
      if [ ! "$configfile" = "./rc.d/rc.inet1.conf.new" \
          -a ! "$configfile" = "./rc.d/rc.local.new" \
          -a ! "$configfile" = "./group.new" \
          -a ! "$configfile" = "./passwd.new" \
          -a ! "$configfile" = "./shadow.new" ]; then
             cp -a $(echo $configfile | rev | cut -f 2- -d . | rev) \
               $(echo $configfile | rev | cut -f 2- -d . | rev).bak 2> /dev/null
             mv $configfile $(echo $configfile | rev | cut -f 2- -d . | rev)
      fi
    done
    

  8. Memastikan Lilo menggunakan kernel terbaru.
    # less /etc/lilo.conf
    cek di bagian kernel= (biasanya di bawah) dan pastikan kernel yang digunakan yang terbaru. Defaultnya, Lilo menggunakan symbolic link /boot/vmlinuz yang mengarahkan ke kernel. Harusnya bagian ini dapat dilewati, karena link tersebut otomatis akan diperbarui.
  9. Masuk ke modus multiuser
    # telinit 3
  10. Restart dan boot ke sistem yang baru
    # reboot

Sampai di sini, seharusnya Slackware 13.0 sudah dapat di boot. Tapi apa yang terjadi ... Setelah dengan gembira memilih si 13.0 di prompt Lilo dan mendapati
Loading Linux ..........................................................................................
BIOS data check successful

si 13.0 enggan meneruskan job-nya alias mandeg. Tidak mau boot sama sekali.
Hmm..kenapa ya...???
Setelah dipikir-pikir, diingat-ingat, ternyata telisik punya telisik, saya tersenyum geli. Wal hasil, saya baru ingat kalau Slackware yang saya gunakan sebelum di-upgrade ternyata versi 12.1, bukan 12.2 :D . Slackware 12.2 saya download beberapa minggu setelah menginstall 12.1 :)

Rehat dulu.... Sembari mikir kesalahan lain yang (sangat) mungkin saya lakukan. Biar VirtualBox-nya juga istirahat.
Ah... :)
Lanjut...

10 Juli 2009

Instal Ubuntu dari File ISO


Cara ini cocok buat anda yang :
1. tidak mau repot-repot membakar file iso ke keping CD
2. enggan mengeluarkan budget khusus untuk membeli CD
3. menginginkan proses instalasi lebih cepat daripada lewat CD
4. riset alias coba-coba

Syarat :
1. Tidak takut command line
2. Siap belajar
3. Berjiwa petualang dan pemberani
4. Pantang menyerah

Langkah-langkah :
1. Donlot file iso instaler yang alternate dari sini untuk ubuntu Jaunty. Untuk rilis yang lain tinggal menyesuaikan. Tinggal mengganti kode rilisnya.
2. Cek md5sum file tersebut. $ md5sum /letak/file.iso
Pengguna Windows dapat menggunakan program freeware seperti md5sums yang dapat didonlot dari PC-Tools.
3. Siapkan partisi yang akan diinstal ubuntu. Format menjadi ext3. Anda bisa menggunakan Gparted LiveCD atau tools kesayangan anda.
4. Instal bootloader Grub di hardisk yang akan diinstall Ubuntu. Atau dapat juga menggunakan flashdisk yang telah diinstall Grub. Berikut isi dari file menu.lst :

title Instal Ubuntu
root (hd0,1) <- sesuaikan dengan partisi letak kernel dan initrd-nya nanti
kernel /boot/vmlinuz vga=normal ramdisk_size=14972 root=/dev/rd/0 rw -
initrd /boot/initrd.gz

5. Donlot kernel Ubuntu (vmlinuz) dari sini dan initrd (intird.gz) dari sini.
6. Mount partisi target yang telah dibuat (misal sda1) ke direktori /mnt lalu pindah ke dalamnya.

$ sudo mount /dev/sda1 /mnt
$ cd /mnt

7. Buat direktori /boot di partisi target (yang akan diinstal ubuntu). Lalu salin file iso, kernel (vmlinuz), dan initrd (initrd.gz) yang telah anda donlot ke dalamnya.

$ sudo mkdir /mnt/boot
$ sudo cp /letak/file.iso /letak/file/vmlinuz /letak/file/initrd.gz /mnt/boot

8. Agar aman, ganti nama file iso-nya. $ sudo mv /mnt/boot/file.iso /mnt/boot/berkas.iso
9. Restart mesin. $ sudo reboot
10. Boot ke hardisk/flashdisk yang telah terinstall Grub tadi kemudian pilih "Install Ubuntu". Sistem akan melakukan booting dengan menggunakan kernel dan initrd yang telah didonlot tadi.
11. Bersiaplah memulai instalasi :). Sistem akan mencari sendiri file iso instalasi yang terletak di direktori /boot. Biasanya sistem akan langsung menemukan dan melakukan instalasi seperti biasanya.
12. Jika file iso tidak ditemukan, coba masuk ke terminal 2 (tekan Alt + F2) kemudian ketik :

# mkdir -p /dev/loop
# ln /dev/loop0 /dev/loop/0

lalu masuk ke terminal 1 (Alt + F1) dan lakukan scan iso lagi.
13. Instalasi dimulai. Proses Instalasi setelah ini sama dengan menginstal dari CD seperti biasanya.

Selamat mencoba :)



Lanjut...

27 Maret 2009

Cheese Tanpa Gambar, Reinstal UVC-nya

Kasus ini terjadi ketika saya baru melakukan upgrade (peningkatan versi) dari Ubuntu Hardy (8.04) ke Blankon Meuligoe yang merupakan turunan Ubuntu Intrepid Ibex (8.10). Kenapa tidak upgrade ke Intrepid aja? Karena saya ingin mencoba distro karya anak bangsa ini sekaligus memberikan apresiasi kepada mereka. Namun (fyuhh..) setelah upgrade ke Meuligoe, webcam laptop saya jadi tidak berfungsi. Di coba menggunakan Skype, muncul gambarnya. Menggunakan Ekiga, juga muncul. Tapi menggunakan Cheese, kok yang muncul cuma jendela programnya doank, gambarnya tidak muncul sama sekali :(

Perjuangan dimulai. Google jadi korban sekaligus senjata ampuh untuk mencari solusi. Cara ini mengikuti dari sini. Trims kepada yang punya artikel.

Langkah-langkahnya begini :
1. Pastikan webcam anda berfungsi dengan baik
2. Jika aplikasi Cheese anda belum terinstall, install dulu
$ sudo apt-get install cheese
3. Inti permasalahannya adalah pada modul uvcvideo yang di-load oleh kernel. Menurut situs ini, modul tersebut memiliki kutu alias bug ini.
4. Install paket-paket untuk mem-build dan tentu kernel header-nya juga
$ sudo apt-get install linux-headers-`uname -r` build-essential subversion
5. buat folder apa saja, misal uvcvideo. kemudian masuk ke folder tersebut
$ mkdir uvcvideo
$ cd uvcvideo

6. Donlot source drivernya dari dari svn server
$ svn checkout svn://svn.berlios.de/linux-uvc/linux-uvc/trunk
7. masuk ke folder trunk dan lakukan kompilasi
$ cd trunk
$ make uvcvideo

8. ganti modul kernel yang lama dengan yang baru
$ sudo rmmod uvcvideo
$ sudo insmod ./uvcvideo.ko

9. Agar modul anda otomatis dipanggil kernel, lakukan modprobe
$ sudo modprobe uvcvideo
10. Buka aplikasi Cheese anda dan coba
11. Jangan kaget kalau gambar anda muncul di jendela Cheese ;p

Selamat berfoto ria.

catatan sistem yang saya gunakan :
OS : upgrade dari Hardy ke Meuligoe langsung (tanpa calo)
desktop : Gnome
RAM : 1,5 GB
Prosesor : Intel Dual core 1,86 GHz
Acer Aspire 2920z

Lanjut...

Dari Hardy ke Meuligoe Tanpa CD

Meng-upgrade sistem Ubuntu tidak harus selalu dilakukan dengan bantuan CD alternate. Jika Anda tidak mempunyai anggaran untuk membeli CD atau karena alasan lain sehingga menyebabkan tidak mungkin menggunakan CD, ini bisa jadi alternatif. Alternatif ini juga berguna jika anda tidak mempunyai jalur koneksi internet yang kuenceng.

Langkah-langkahnya cukup mudah :
1. download file iso Meuligoe dari server/mirror terdekat anda. Jangan lupa donlot juga file md5sum-nya.
2. masuk ke direktori anda menyimpan file iso dan pastikan keutuhan file dengan mengecek md5sum-nya
$ md5sum nama_file.iso; cat file_md5sum_nya
3. mount file iso di direktori anda. Misalkan di /mnt
$ mount -o loop nama_file.iso /mnt
4. edit file source.list
$ sudo gedit /etc/apt/source.list
5. uncomment semua alamat repositori yang lama kemudian tambahkan dengan alamat repositori yang baru (tempat anda me-mount file iso tadi). Isinya menjadi :
deb file:///mnt meuligoe main restricted
6. lakukan update index repositori
$ sudo apt-get update
7. lakukan upgrade sistem
$ sudo apt-get upgrade
8. tunggu sampai proses selesai.
9. Ubuntu anda telah berubah menjadi Blankon Meuligoe. Namun proses ini hanya melakukan upgrade sistem inti saja, paket-paket desktopnya belum terinstall.
10. untuk melakukan menginstall paket desktop, gunakan perintah :
$ sudo apt-get install blankon-desktop
Selamat menikmati sistem baru anda. Langkah-langkah ini mungkin bisa diterapkan untuk upgrade sistem Ubuntu (dan turunannya) versi sebelum dan selanjutnya. Selamat mencoba. Hemat 3000 rupiah kan ? :)

Lanjut...

17 Oktober 2008

Sudo Hilang, Nyawa Anda Melayang?

Suatu ketika, keisengan berbuah petaka lagi. Namun kali ini dengan keisengan dan petaka yang berbeda dengan biasanya.

Alkisah, dengan tanpa takut dosa, iseng-iseng ngutak-atik group pengguna di ubuntu hardy dengan user 'x'. Dengan sedikit nekat, di uncheck lah user 'x' dari group "admin". Lalu jendela 'users-admin' ditutup dan restart.

Keisengan baru ketahuan benar-benar berbuah petaka ketika mencoba menjalankan perintah dengan embel-embel 'sudo'. Eh..., bukannya perintah tersebut yang dijalankan, malah kena tilang pak polisi pinguin alias peringatan user 'x' is not sudoers (atau yang semacamnya lah). Intinya user 'x' saya yang tadinya bisa menggunakan perintah sudo sekarang tidak bisa lagi. Karena apa? karena user 'x' tersebut telah keluar dari group admin. Sebagai informasi tambahan user yang terdaftar dalam group admin mempunyai hak, tapi bukan kewajiban lho, untuk dapat menikmati keajaiban perintah sudo. :)

Bagaimana mengatasinya?? Kira-kira cara di bawah ini dapat dilakukan setelah mencari dan mencoba. Tak lupa, setelah jalan-jalan naik gnome-terminal juga.
1. Reboot komputer anda lalu masuk ke modus recovery console. Biasanya dengan memilih pilihan ubuntu.xxxx-recovery console
2. pada prompt pilihan, pilih agar masuk ke konsole sebagai root (drop to shell as root)
3. edit file /etc/sudoers. file ini merupakan konfigurasi user mana yang berhak mendapatkan keajaiban menggunakan perintah sudo.
4. secara default file /etc/sudoers mempunyai permisi 440 (hanya bisa membaca) sehingga untuk mengubahnya, anda harus memberikan permisi write. gunakan perintah :
# chmod +w /etc/sudoers
atau
# chmod -c 740 /etc/sudoers
5. edit dengan menggunakan sudo editor. gunakan perintah # visudo
6. tambahkan user 'x' (atau yang biasa anda gunakan untuk ber-sudo) di baris terakhir seperti ini :
x ALL=(ALL) ALL
7. reboot atau exit dari recovery console kemudian masuk ke mode biasa.
8. buka terminal kemudian ketikkan : $ sudo usermod -aG admin x
perintah tersebut akan mendaftarkan user 'x' ke dalam daftar group admin
9. user 'x' telah kembali memiliki keajaiban sudo yang hilang. selamat menikmati.
10. jangan lupa mengembalikan permisi file /etc/sudoers ke 440 melalui root $ sudo chmod -w /etc/sudoers


catatan : di hardy ini tidak ada sudoers lain selain user 'x'
do at your own risk.
maaf kalau ada yang salah.
;)
Lanjut...